Selasa, 16 Oktober 2012

Berfikir positif itu oke lho..

              Entah darimana saya harus memulainya, hanya saja dalam pembahasan ini saya ambil dari pengalaman saya sendiri. Bahwasanya sebuah hubungan itu tidak akan harmonis tanpa adanya saling percaya antara satu sama lain. Dulu saya sempat punya sifat tidak percaya terhadap pasangan saya, padahal dia begitu baik. Rasa takut  akan kehilangan  mendorong saya untuk selalu berfikir "kemana dia? dengan siapa dia?? apakah dia pergi dengan seorang wanita? apakah dia pergi dengan mantannya? apakah dia selingkuh??" sungguh sangat tersiksa batin saya ketika itu, yang saya inginkan hanyalah "selalu bersama, waktu dia hanya untuk saya". Seiring dengan waktu saya mendengar beberapa masukan dari orang tua, teman-teman, ceramah agama dll. saya mulai menyadari betapa bodohnya saya, saya tersiksa dengan FIKIRAN NEGATIF yang saya buat sendiri, yang sebenarnya itu bisa diubah oleh diri saya sendiri. Sungguh saya tersibak dan terbelalak ya Allah.. betapa sedihnya hati pasangan saya ketika saya menuduhnya dengan hal yang sama sekali tidak dia lakukan, saya sadar ternyata jika memang saya takut kehilangan dia, bukan begitu caranya. Rasa cinta, rasa sayang akan hancur tanpa kepercayaan. Kini saya tahu, bila saya takut kehilangan dia yang saya lakukan adalah mengerti sifat dia, laki laki itu kebanyakan sifatnya "ngahajakeun" kalau dalam bahasa sunda, yaitu jika dituduh selingkuh (padahal tidak melakukan) maka dia akan selingkuh (contohnya). 
               Sekarang saya selalu BERFIKIR POSITIF terhadap  dia, memberikan service (mencintai, menyayangi,mengerti dan membahagiakan) yang terbaik untuk dia, dan yang terpenting adalah percaya terhadap pasangan dan terus mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Serahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa karena usaha tanpa dibarengi dengan do'a, itu sia-sia saja. Dan akhirnya alhamdulillah puji syukur selalu saya panjatkan kehadiratNya bahwa sekarang kehidupan rumah tangga saya tentram, nyaman dan indah. Bila fikiran itu datang lagi saya langsung menepisnya "itu godaan syetan,mengikutinya sama dengan mengikuti syetan.Bukan manusia yang harus kalah oleh syetan tapi syetan yang harus kalah oleh manusia". Semoga bermanfaat mohon maaf bila ada kesalahan Wallahu a'lam bissowab.

1 komentar: